Wahyu Trimanggala


Prabu Duryudana sedang dirudung duka karena sang Permaisuri, Dewi Banuwati tidak berkenan menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Hal ini disampaikan Prabu Duryudana kepada Ayahanda Dewi Banuwati, Prabu Salya. Namun Prabu Salya juga tidak bisa memberikan jalan keluar untuk saat ini, namun dia berjanji bahwa beliau akan ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi rumah tangga Prabu Duryudana.

Pada saat yang bersamaan, datanglah seorang Brahmana yang bernama Resi Dewakumara. Menurut Sang Resi, saat ini Dewi Banuwati sebenarnya sedang menjalani puasa dan pantang karena telah mendapatkan anugerah dari Dewata berupa Wahyu Trimanggala. Salah satu pantangan yang dijalani Dewi Banuwati adalah tidak boleh berhubungan dengan pria selama 40 hari lamanya, meskipun pria tersebut adalah suaminya sendiri.

Masih menurut sang Resi, sebagai wujud rasa syukur maka kerajaan Astina harus mengadakan sesaji dan persembahan kepada Para Dewata. Resi Dewakumara mengatakan bahwa persembahan untuk sesaji ini adalah seekor kera putih yang tidak lain adalah Anoman. Mendengar hal ini, Prabu Karna tidak setuju sehingga terjadilah perselisihan antara Prabu Karna dengan Resi Dewakumara. Prabu Karna akhirnya kalah setelah mendapat serangan ajian “gelap sayuta” milik Resi Dewakumara.

Dengan dibantu para Kurawa, Resi Dewakumara berhasil menangkap jasad Anoman. Sementara itu sukma Anoman menghadap Sang Hyang Wenang untuk mohon petujuk bagaimana menghadapi kesaktian Resi Dewakumara. Ketika sampai di Alang-alang Kumitir (Khayangan tempat tinggal Sang Hyang Wenang), Anoman bertemu dengan sukma Prabu Kresna.

Sang Hyang Wenang kemudian menjelaskan bahwa yang berhak mendapatkan Wahyu Trimanggala itu adalah Wekudara, Anoman dan Arjuna. Namun wahyu yang menjadi bagian Arjuna telah jatuh ke tangan Dewi Banuwati. Meskipun demikian, Dewata bersabda bahwa bagaimanapun juga wahyu tersebut akan kembali kepada yang berhak memiliki.

Bagaimanakah cara Arjuna mendapatkan kembali Wahyu Trimanggala? Siapakah yang akan membantu dia? Download dan dengarkan kisah lengkapnya disini:

  1. Wahyu Trimanggala Side 1A
  2. Wahyu Trimanggala Side 1B
  3. Wahyu Trimanggala Side 2A
  4. Wahyu Trimanggala Side 2B
  5. Wahyu Trimanggala Side 3A
  6. Wahyu Trimanggala Side 3B
  7. Wahyu Trimanggala Side 4A
  8. Wahyu Trimanggala Side 4B
  9. Wahyu Trimanggala Side 5A
  10. Wahyu Trimanggala Side 5B
  11. Wahyu Trimanggala Side 6A
  12. Wahyu Trimanggala Side 6B
  13. Wahyu Trimanggala Side 7A
  14. Wahyu Trimanggala Side 7B
  15. Wahyu Trimanggala Side 8A
  16. Wahyu Trimanggala Side 8B

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • ARSIP

  • sigitbs

%d bloggers like this: